La beneamata

Pray, Play, Work, Eat, Love

Manajemen strategi orientasi pasar adalah sistem yang dirancang untuk membantu manajemen dengan cepat dalam membuat, menentukan strategi, melalui usaha menciptakan visi strategi. Keputusan suatu strategi yang dirumuskan akan menunjukkan daya kekuatannya, perubahan atau proses dari terbentuknya strategi.

Suatu strategi biasanya disusun untuk jangka waktu lebih satu tahun, bahkan kadang dalam beberapa dekade masih bisa dipergunakan.Terdapat perbedaan kemampuan yang nyata untuk menentukan taktik, dan strategi, biasanya bisa dilihat dalam biaya pemakaian sumberdaya dan penggunaan waktu yang tersedia, baik itu hanya untuk sekedar pengulangan strategi atau perubahan strategi. Kadang-kadang suatu keputusan yang salah merupakan pemborosan biaya yang berlebihan, dimana hal itu akan dapat mengancam eksistensi organisasi.

Visi Strategi adalah pandangan ke depan dari satu atau beberapa strategi. Walaupun realisasi strateginya yang optimal untuk diterapkan perusahaan mungkin segera dapat dikembangkan dilaksanakan atau mungkin ditunda. Sebab bisa jadi perusahaan tidak siap atau timbul kondisi darurat. Sebuah Visi Strategi akan berisi petunjuk dan maksud tentang strategi dan aktivitas strateginya.Peran penting dari sistem dalam pengertian ini adalah untuk dengan cepat sebaik mungkin dapat membuat strategi.

Didalam kenyataan, mengidentifikasi kebutuhan untuk diantisipasi dalam strategi seringkali menjadi tahap yang rawan. Keruwetan besar sering terjadi, karena strategi bukan hanya menunjukkan keputusan yang dibuat tetapi lebih menunjukkan aktifitas/kegiatan proses pembuatannya.

Selanjutnya peran penting dari manajemen strategi orientasi pasar adalah agar tidak timpang dalam memilih alternatif-alternatif strategi yang paling baik, yaitu dari banyaknya analisa-analisa yang dilakukan guna diperoleh keleluasaan memilih sesuai ciri-ciri tertentu alternatif yang ada.

Berbagai manfaat dan keuntungan penerapan manajemen strategi orientasi pasar adalah :

Mempercepat pertimbangan dalam pemilihan strategi.

Pertimbangan kemampuan jangka panjang.

Meningkatkan keakuratan dalam keputusan alokasi dana.

Melengkapi metode untuk membantu menganalisa strategi dan membuat keputusan.

Melengkapi manajemen strategi dan sistem kontrolnya.

Memperbaiki komunikasi dan koordinasi baik secara verti-kal maupun horizontal.

Membantu mengatasi perubahan.

Sedangkan beberapa bisnis yang mempunyai kepentingan menggunakan pendekatan manajemen strategi orientasi pasar diantaranya adalah

  1. Membutuhkan strategi yang multi fungsional.
  2. Membutuhkan pengembangan sinergi antar pasar.
  3. Membutuhkan koordinasi strategi dari bermacam merk.
  4. Melibatkan keberadaan pasar yang kompleks dan banyaknya elemen marketing mix.

Istilah-istilah dalam Waralaba

Penanda/Tanda Waralaba : Esensi bisnis format waralaba adalah merek dagang dari produk atau jasa tersebut walaupun proses produk atau jasa tersebut juga mungkin telah memperoleh paten dan hak cipta. Tentunya, penanda waralaba di suatu format bisnis ini adalah merek dagang produk tersebut. Penanda waralaba juga bernilai sebagai simbol dari semua ciri bisnis tersebut.

Perjanjian Waralaba (Franchise Agreement)

Adalah perjanjian yang mengikat pemberi dan penerima waralaba. Perjanjian ini adalah perjanjian yang seringkali dikaitkan dengan sejumlah perjanjian tambahan lain, misalnya perjanjian retail suatu produk, perjanjian untuk memasok komponen, perjanjian iklan dan sebagainya. Perjanjian harus diadakan secara tertulis, dan di Indonesia di buat dalam bahasa Indonesia dan terhadapnya berlaku hukum Indonesia.

Pemegang utama lisensi waralaba (Master Franchisee)

Pemegang utama lisensi waralaba berhak untuk mengoperasikan waralaba tersebut di suatu wilayah yang luas cakupannya (misalnya di Indonesia). Umumnya, dimungkinkan membuka dan mengoperasikan gerai-gerai waralaba di daerah tersebut sebelum mulai menunjuk penerima waralaba lain sebagai sub-kontraktor (sub-franchisees). Di Asia, pemegang utama lisensi waralaba ini seringkali datang dari kalangan bisnis domestik yang memiliki koneksi politikyang baik dengan penguasa dan berpengalaman dalam menjalankan bisnis skala besar dengan dukungan modal yang kuat.

Jenis Waralaba :

Waralaba dibagi menjadi dua :

Waralaba Luar Negeri : Cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima di seluruh dunia, dan cenderung lebih bergengsi.

Waralaba dalam negeri : pilihan investasi bagi orang-orang yang ingin cepat jadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup namun dengan harga yang lebih terjangkau.

Kunci keberhasilan bisnis waralaba adalah kekuatan merek, sebelum mewaralabakan usahanya hendaknya setiap pengusaha mendaftarkan terlebih dahulu merek dagangnya ke kantor Merek di Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Indonesia, maka dengan demikian jika kita telah memiliki merek yang terdaftar peluang untuk mewaralabakan usaha kita akan lebih terjamin kepastian hukumnya. Selain itu penerima waralaba akan mempercayai sistem waralaba yang ditawarkan, karena pemilik waralaba memiliki merek dagang yang terdaftar.


“Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu”. (wikipedia indonesia)

Adapun yang dimaksud dengan hak kekayaan intelektual (HKI) dalam arti waralaba tersebut di atas adalah meliputi antara lain : Merek, Nama Dagang, Logo, Desain, Hak Cipta, Rahasia Dagang dan Paten. Selanjutnya, yang dimaksud dengan penemuan atau ciri khas usahamisalnya : sistem manajemen, cara penjualan atau penataan atau cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Di Indonesia pengaturan tentang waralaba terdapat pada Peraturan Pemerintah R.I No 16 Tahun 1997 yang merumuskan tentang arti :

1. Waralaba adalah perjanjian dimana salah satu pihak yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak kekayaan intelektual (HKI) atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut, dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa.

2. Pemberi waralaba (Franchisor) adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak kekayaan intelektual (HKI) atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.

Penerima waralaba (Franchisee) adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak kekayaan intelektual (HKI) ataupenemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba



1). Sistem Reseller
Pasti Anda sudah mengenal sistem reseller karena telah banyak digunakan para pebisnis
online dalam menjual produknya. Apabila ada orang yang membeli suatu produk atau
bergabung melalui referensi Anda (melalui website replika yang Anda dapatkan), Anda akan
mendapatkan bonus komisi penjualan, biasanya 50% dari harga produk. Untuk berpromosi
dalam sistem reseller, biasanya Anda mendapatkan URL promosi seperti
www.domain.com/?id=usernameAnda.

2). Sistem Random
Sistem Random biasa digunakan oleh Program Bisnis Online Investasi, Bisnis Gratis yang mengandalkan pasif income lewat jaringan (downline), dan lain-lain. Ketika ada pengunjung pada suatu website tanpa sponsor, sistem akan memilih member secara acak untuk dijadikan sponsor pengunjung tersebut. Apabila pengunjung tersebut bergabung, sponsor yang dipilih secara acak tersebut akan mendapatkan komisi/bonus.

3). Sistem Matrix
Pernahkah Anda mendengar Matrix 3x3, 2x16, 5x8?? Sistem matrix adalah sistem yang berbentuk segitiga. Sistem Matrix memungkinkan seorang member memperoleh pasif income hingga kedalaman tertentu dengan variasi bonus atau komisi tidak sama antara tiap kedalaman (biasanya semakin dalam semakin berkurang jumlah komisinya). Sistem Matrix 2x16 artinya seorang member hanya bisa memperoleh 2 orang downline pada Level 1 dan seterusnya hingga kelipatan 2n dan masih bisa memperoleh bonus atau komisi hingga level 16. Jika seorang member berhasil memperoleh downline > 2, maka sisanya akan dilimpahkan ke downline dibawahnya. Kelemahan system ini adalah hanya menguntungkan member di atasnya yang terlebih dahulu mengikuti program bisnis tersebut pada saat program bisnis tersebut dilaunching. Saran saya, bergabunglah ke dalam program bisnis seperti ini (biasanya program investasi online) pada saat jumlah member <>

4). Sistem Water Flow Spill Over (WFSO)
Ketika Anda mengikuti sebuah program Bisnis dengan Matrix 3x4, berarti ada 3 downline yang harus Anda penuhi kuotanya. Jika Anda memperoleh lebih dari 3 downline, maka sisanya akan dilimpahkan ke level 2 atau kepada member anda (downline) yang belum terpenuhi kuotanya (3 downline). Metode Spill Over sangat menguntungkan bagi para dwonline yang kurang rajin dalam melakukan promosi. Saran saya, ketika Anda mengikuti sebuah program bisnis online, cari tahu siapa yang merekomendasikan program tersebut kepada Anda, karena Bisnis Online adalah bisnisnya para Upline yang kreatif dan dinamis dalam mempromosikan sebuah program bisnis.

5). Sistem Water Flow Rotation (WFR)
Ketika Anda mengikuti suatu program bisnis dengan Matrix 3x3, maka apabila matriks tersebut telah terpenuhi semua kuotanya (3 Downline dengan kedalaman 3 Level), maka secara otomatis posisi Anda akan ditempatkan di bawah member lain yang kotanya masih kosong (belum penuh). Keuntungan system WFR ini adalah Anda tidak perlu membayar (mengupgrade) lagi untuk jaringan baru apabila kuota Matrix 3x3 Anda terpenuhi semuanya. Namun kelemahannya, Anda perlu melakukan rekruitmen baru untuk memenuhi kuota Matrix Anda yang baru.

6). Sistem Water Flow Network System (WFN)
Sistem ini adalah yang paling baru dan inovatif di Bisnis Internet. Sistem WFN tidak menggunakan system Matrix. Hal tersebut sangat menguntungkan Anda karena komisi yang diperoleh sebesar 50% dan bisa diperoleh tanpa batas. Sistem WFN memungkinkan seorang member untuk mendapatkan downline meskipun tanpa melakukan promosi sedikitpun. Sistem WFN secara otomatis akan memberikan downline kepada member yang tidak atau sedikit memiliki downline dengan kondisi sebagai berikut:

  1. Paling sedikit jumlah Kandidatnya
  2. Paling sedikit jumlah komisinya
  3. Telah melakukan registrasi paling lama
Jadi bukan diambil secara acak (Random). Downline berasal dari member lain dan didistribusikan kepada member yang pasif dalam hal perolehan downline. Anda tidak perlu membuat jaringan baru untuk mendapatkan pasif income, di WFN ini, perolehan pasif income akan berulang-ulang tanpa perlu membuat jaringan yang baru. Yups…pasif income yang akan Anda peroleh akan terus mengantongi rekening Bank Anda secara terus menerus seumur hidup dari jaringan yang sudah Anda bentuk sebelumnya.

Jatah Pasif income Anda sebesar 50 % hingga kedalaman 5 Level. Sistem WFN didukung oleh fasilitas Email Mass System yang sangat bermanfaat untuk melakukan follow up kepada seluruh downline Anda. Itu artinya, Anda bisa mempromosikan seluruh bisnis online Anda kepada seluruh downline Anda. Di eCerdas Technology, bersiap-siaplah untuk kebanjiran downline yang akan memakmurkan Anda karena dengan demikian perolehan pasif income bukan hanya berasal dari system eCerdas itu sendiri, tetapi juga berasal dari bisnis online lain yang anda ikuti yang sebagian besar memanfaatkan jaringan (referral, affiliate, reseller) sebagai sumber pasif income

Sistem WFN ini digunakan pada eCerdas Technology sebagai pelopor kemajuan Sistem Multi Level Marketing, sekaligus sebagai penepis keraguan bahwa bisnis dengan system MLM merugikan para downline. Anda tidak perlu takut, karena system MLM yang diterapkan di bisnis online tidak menggunakan system tutup point seperti yang digunakan oleh bisnis MLM kebanyakan (MLM Konvensional).

Secara harfiah, waralaba berarti “hak untuk menjalankan usaha/bisnis di daerah yang telah di tentukan”. Dalam bahasa Prancis waralaba bermakna kejujuran atau kebebasan. Secarahistoris, waralaba didefinisikan sebagai penjualan khusus suatu produk di suatu daerah tertentu (seperti mesin jahit) dimana produsen memberikan pelatihan kepada perwakilan penjualan dan menyediakan produk informasi dan iklan, sementara ia mengontrolperwakilan yang menjual produk di daerah yang telah di tentukan.

Macam waralaba yang umum saat ini adalah “bisnis format waralaba”. Dalam transaksi semacam ini, pemberi lisensi waralaba telah mengembangkan produk atau jasa dan keseluruhan sistem distribusi/pengantaran serta pemasaran produk atau jasa tersebut. Terkadang, jasa pelayanan komponen barang atau jasa juga ditambahkan dalam sistem tersebut.

Saat ini, sistem waralaba yang berkembang pesat di negara-negara indrustri maju adalahwaralaba retail maupun waralaba rumah makan siap saji. Begitupun dengan di negara berkembang seperti Indonesia, waralaba ritail seperti Alfamart, Indomart, Circle K, Yomart, mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.

Banyak dana yang telah dikeluarkan dalam memulai usaha baru. Banyak wirauha yang gagal dan mengalami kebangjrutan hanya sedikit saja yang berhasil dalam usahanya. Banyak faktor yang menyebabkan kegagalan usaha baru adalah:

  1. Pengetahuan pasar yang tidak memadai, kelemahan ini ini termasuk juga kurangnya informasi mengenai potensi permintaan produk . ukuran pasar masa sekarang dan masa mendatang
  2. Kinerja produk yang salah, seringkali produk baru tidak berfungsi seperti apa yang disebutkan yang disebabkan terlalu cepatnya pengmbangan produksi dan uji coba produk.
  3. Usaha penjualan dan pemsaran yang tidak efektif, hsil yang buruk sering menunjukan usaha promosi yang salah arah dan tidak memadai dan kurangnya kemampuan memecahkan masalah yang ada dalam penjualan, pelayanan atau kedekatan dengan pasar.
  4. Tidak didasarinya tekanan persaingan , usaha baru sering gagal karena wirausahawan tidak memperhitungkan reaksi yang dilakukan pesaing. Seperti potongan harga yang tinggi dan diskon pada khusus pengecer.
  5. Keusangan produk yang terlalu cepat , daur hidup dari produk baru cenderung menjadi semakin pendek , pada banyka industri kemajuan teknologi demikian cepat sehingga produk baru cepat menjadi usang.
  6. Waktu memulai usaha baru yang tidak tepat, pemilihan wwaktu yang tidak tepat untuk meluncurkan usaha baru sering menyebabkan kegagalan komersial

Suhadi (1985) mengemukakan karakteristik wiraswasta ialah percaya pada kemampuan diri sendiri, mampu menghadapi persoalan dengan baik, berpandangan luas jauh ke depan, mempunyai keuletan mental, lincah dalam berusaha, berupaya mengembangkan sayap, berani mengambil resiko, berguru kepada pengalaman.

Sumahamijaya (1980) menerangkan bahwa seorang wiraswastawan adalah seorang pengusaha yang dengan kemampuannya untuk memikul resiko dan meningkatkan efisiensi serta keahlian mengurus, dapat menerobos berbagai persaingan, merebut kesempatan baru, pasaran baru, proses produksi baru dan rumus baru sesuai dengan tertib hukum serta norma-norma masyarakat lingkungannya untuk memberikan darma baktinya berupa pengadaan, penyediaan, dan penjualan barang-barang dan jasa, demi semakin meningkatnya kemajuan masyarakat.

Wiraswasta adalah pekerjaan yang mengandung aspek-aspek :

a. Kemandirian, diartikan sebagai mampu berdiri di atas kemampuannya sendiri dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Ciri kemandirian ditunjukkan oleh unsur-unsur sebagai berikut :

1). Pengambilan inisiatif, hal ini terkandung dalam kondisi yang tidak pasti dan banyaknya masalah-masalah yang baru, seorang wiraswasta harus mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkannya (Sharma, 1975).

2). Memiliki modal, mungkin secara penuh atau secara sebagian (Van der Straaten, dalam Joesoef, 1976).

3). Mengurus organisasi atau perusahaan dalam kapasitas sebagai penanggungjawab (Van der Straaten, dalam Joesoef, 1976).

4). Percaya pada kemampuan diri sendiri (Suhadi, 1985).

b. Inovatif, diartikan sebagai kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usaha. Ciri inovatif ditunjukkan oleh unsur-unsur :

1). Kreativitas, terkandung dalam aktivitas mempelopori usaha baru, menetapkan kombinasi-kombinasi baru, atau sebagai pionir (Van der Straaten, dalam Joesoef, 1976).

2). Berpandangan luas jauh ke depan terkandung dalam aktivitas usaha mengembangkan sayap (Suhadi, 1985).

3). Memburu keuntungan bisnis terkandung dalam aktivitas menerobos berbagai persaingan, pasaran baru, proses produksi baru untuk mengadakan, meyediakan, dan penjualan barang dan jasa (Van der Straaten, dalam Joesoef, 1976; Sumahamijaya, 1980).

c. Menanggung resiko, diartikan sebagai pengetahuan seseorang terhadap adanya resiko yang harus diperhitungkannya, berdasarkan kemampuan yang ada pada dirinya. Ciri menanggung resiko ditunjukkan oleh unsur-unsur :

1). Keuletan mental, terkandung dalam aktivitas lincah dalam berusaha, mampu menghadapi persoalan dengan baik (Suhadi, 1985).

2). Menerima tantangan ketidakpastian dan menanggung resiko ekonomi yang sulit diukur secara kualitatif dan kuantitatif (Van der Straaten, dalam Joesoef, 1976).

Seorang wiraswasta juga banyak dilibatkan dengan aktivitas-aktivitas yang bervariasi, bekerja keras, dan bersikap dinamis, sehingga ia dituntut untuk dapat melakukan aktivitas-aktivitas dengan terarah dan dapat mengaturnya dengan baik agar dapat dicapai hasil yang optimal.

Wiraswasta dalam bahasa Inggris padanan katanya entrepreneurship berasal dari bahasa Perancis pada abad ke-18 yang artinya ‘berada diantara’. Kala itu, mereka yang ‘berada diantara’ adalah orang-orang yang memasok kebutuhan kalangan elit / pemerintahan dengan mengumpulkan dari masyarakat. Saat ini kata wiraswasta atau entrepreneurship sendiri telah berkembang menjadi kegiatan bisnis skala kecil-menengah (Steinhoff dan Burgess, 1986).

Istilah wiraswasta untuk pertama kalinya di Indonesia diperkenalkan oleh Suparman Sumahawijaya dalam Lokakarya Sistem Pendidikan dan Pengembangan Kewiraswastaan, yang menyebabkan istilah wiraswasta menjadi semakin populer di masyarakat. Sumahawijaya (1980) mengemukakan pengertian wiraswasta berdasarkan asal katanya, wiraswasta berasal dari kata wira dan swa. Wira diartikan dengan sikap teladan, jujur, baik, terkemuka, sedangkan swa berarti sendiri, dan sta artinya berdiri. Dengan demikian wiraswasta dapat diartikan dengan suatu kemampuan untuk berdiri sendiri, merdeka lahir batin. Lebih lanjut dikemukakan pula bahwa wiraswasta sebagai manusia yang dapat dijadikan teladan, mau memajukan masyarakatnya dengan meningkatkan efisiensi dan kemahiran organisasi, memproduksi barang atau jasa dan mendistribusikannya demi kepentingan masyarakat, dan dalam hal ini mereka berani mengambil resiko, serta tunduk pada peraturan atau hukum yang berlaku.

Sumahawijaya (1980) mengatakan bahwa wiraswasta bukan sekedar terjemahan dari entrepreneurship, sedang perbedaan antara keduanya harus dicari dalam basis kulturnya. Pengertian wiraswasta berbeda dengan pengertian entrepreneurship dalam kehidupan masyarakat liberal, kapitalis dan individualis. Unsur-unsur positif yang terkandung dalam pengertian entrepreneurship juga merupakan unsur kata wiraswasta. Pengertian wiraswasta bukanlah teladan dalam usaha partikelir, akan tetapi adalah sifat keberanian, keutamaan, keteladanan, dan semangat yang bersumber dari kekuatan sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti familiar mendengar kata “Wirausaha”, “Kewirausahaan” maupun “Wirausahawan” . Sejatinya apakah kita mngetahui apa yang dimaksud dengan “Wirausaha”, “Kewirausahaan” maupun “Wirausahawan” tersebut? Dan apakah beda ketiga kata tersebut?

Kita akan membahas satu persatu dari ketiga kata-kata tersebut, dimaulai dari wirausaha. Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber dayasumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.
Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.Sedangkan yang dimaksudkan dengan seorang Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatankesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.
Intinya, seorang Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki jiwa Wirausaha dan mengaplikasikan hakekat Kewirausahaan dalam hidupnya.

Powered By Blogger

Pencarian

tentang blog

artikel-artikel umum ataupun yang melingkup teknik industri sampai dengan kejadian keseharianku. Semoga dapat memberikan informasi dan bahan literatur yang bisa dimanfaatkan bagi teman-teman teknik industri dan meningkatkan minat untuk selalu menulis

Tentang Diriku

Depok, Jawa Barat, Indonesia
Lahir di dunia pada tahun 1988 pada akhir bulan april dari ayah suku sasak lombok dan ibu dari suku jawa. Tumbuh dan berkemabng dengan keluarga yang bahagia d Lombok NTB. Dan saat ini melanjutkan studi di universitas Gunadarma berharap lulus dengan cepat untuk menjadi engginer.. hehhe Amin.

mini browser

Pengikut